Desain tahan angin untuk lampu tiang tinggi melibatkan lebih dari sekadar pemilihan pipa baja yang lebih besar; hal ini mencakup banyak detail:
1. Bentuk Penampang Tiang: Penampang melingkar menawarkan koefisien hambatan terendah (0,7–1,0), diikuti oleh bentuk poligonal (12 sisi atau 16 sisi), sedangkan bentuk persegi memiliki yang tertinggi. Tiang tirus dengan penampang melingkar atau poligonal biasanya dipilih.
2. Ketebalan Dinding dan Kemiringan: Ketebalan dinding berkurang secara bertahap dari bawah ke atas; ketebalan di bagian dasar harus cukup untuk menahan momen lentur maksimum. Rasio kemiringan biasanya antara 1:50 dan 1:70.
3. Rusuk Penguat: Rusuk penguat dipasang pada sambungan antara dasar tiang dan flensa untuk mendistribusikan konsentrasi tegangan.
4. Desain Rangka Lampu: Rangka lampu sebaiknya menggunakan struktur rangka untuk meminimalkan hambatan angin; lampu-lampu harus disusun berdekatan untuk mengurangi pembentukan pusaran angin yang disebabkan oleh celah.
5. Peredam Getaran Akibat Pusaran Angin: Tiang yang ramping dapat mengalami getaran transversal pada kecepatan angin tertentu. Pemasangan spoiler (sirip atau sirip heliks) dapat mengganggu pembentukan pusaran angin.
6. Material: Baja dengan rasio kekuatan luluh terhadap kekuatan tarik yang rendah (misalnya, Q355B) dipilih karena ketahanan lelahnya yang unggul.
7. Kualitas Pengelasan: Pengelasan memanjang harus dilakukan menggunakan pengelasan busur terendam otomatis dan menjalani pengujian non-destruktif (UT atau RT) yang memenuhi tingkat kualitas Level II atau lebih tinggi.
8. Kualitas Pondasi: Pondasi harus memiliki berat dan kedalaman penanaman yang cukup untuk mencegah terguling.
9. Peredam Getaran: Untuk lampu tiang tinggi yang sangat besar (>40m), Peredam Massa Tertala (Tuned Mass Damper/TMD) dapat dipasang di dalam tiang untuk menyerap energi getaran.
10. Pengujian Terowongan Angin: Untuk proyek non-standar atau kritis, pengujian terowongan angin menggunakan model skala harus dilakukan untuk mendapatkan data beban angin yang tepat.
Desain tahan angin harus sesuai dengan GB 50009 Kode Beban untuk Desain Struktur Bangunan dan GB 50135 *Kode untuk Desain Struktur Bangunan Tinggi*. Desain akhir harus ditandatangani dan dicap oleh insinyur struktur terdaftar.