Saat memilih lampu jalan LED, jangan hanya mengandalkan daya (watt) atau harga. Sebaliknya, lakukan evaluasi komprehensif berdasarkan indikator-indikator utama berikut:
1. Efisiensi Cahaya (lm/W): Ini secara langsung menentukan efisiensi energi. Minimal 130 lm/W diperlukan, sedangkan produk berkualitas tinggi harus mencapai ≥150 lm/W.
2. Tipe Distribusi Cahaya: Pilih kurva distribusi cahaya yang sesuai (misalnya, Tipe II, III, IV) berdasarkan lebar jalan dan tinggi tiang untuk memastikan pola cahaya persegi panjang dan penerangan yang seragam.
3. Suhu Warna Terkorelasi (CCT): Pilih rentang antara 3000K dan 5000K tergantung pada jenis jalan, dan pastikan konsistensi warna (SDCM) ≤5.
4. Indeks Rendering Warna (CRI): Minimal 70 diperlukan untuk jalan utama, sedangkan ≥80 direkomendasikan untuk jalan tol dan jalan raya.
5. Peringkat Perlindungan Ingress (IP): Minimal IP65; IP66 direkomendasikan.
6. Driver LED: Pertimbangkan merek (misalnya, Meanwell, Inventronics, Philips), efisiensi (≥90%), faktor daya (≥0,95), perlindungan lonjakan tegangan (mode diferensial 4kV; mode umum 6kV atau lebih tinggi), dan antarmuka peredupan (0-10V atau DALI).
7. Jaminan Masa Pakai: Mewajibkan produsen untuk menyediakan laporan LM-80 dan TM-21, dengan peringkat L70 ≥50.000 jam.
8. Kisaran Suhu Operasional: Harus mencakup kisaran suhu ekstrem setempat (misalnya, -30°C hingga +50°C).
9. Ketahanan Korosi: Untuk daerah pesisir atau industri, laporan uji semprot garam (misalnya, 500+ jam) harus disertakan.
10. Berat dan Dimensi: Harus sesuai dengan kapasitas daya dukung tiang lampu yang sudah ada.
11. Masa Garansi: Minimal 3 tahun untuk seluruh perlengkapan; 5 tahun lebih disarankan.
12. Sertifikasi: CE, RoHS, UL, DLC, CQC, dll. (tergantung pasar sasaran).
13. File IES: Data tentang kurva distribusi cahaya yang digunakan untuk simulasi pencahayaan.
Dengan mengevaluasi indikator-indikator ini secara komprehensif, Anda dapat memilih produk yang menawarkan kinerja unggul dan efektivitas biaya yang tinggi.