Evaluasi kinerja pencahayaan malam hari dari lampu tiang tinggi memerlukan pengukuran di lokasi berdasarkan indikator-indikator berikut:
1. Iluminasi Horizontal: Atur titik pengukuran dalam pola grid (misalnya, 10m × 10m) pada area tanah target. Gunakan alat pengukur iluminasi untuk mengukur nilai dan menghitung iluminasi rata-rata, minimum, dan maksimum, serta rasio keseragaman U2 (minimum/rata-rata).
2. Pencahayaan Vertikal: Untuk lokasi yang memerlukan identifikasi objek vertikal (seperti nomor seri kontainer), pencahayaan vertikal juga harus diukur (pada ketinggian 1,5 meter di atas tanah).
3. Silau: Gunakan pengukur luminansi untuk mengukur luminansi lampu dalam bidang pandang dan hitung Peringkat Silau (GR). Atau, gunakan metode evaluasi subjektif: amati pencahayaan dari berbagai sudut dan catat apakah menyebabkan silau atau ketidaknyamanan visual.
4. Suhu Warna dan Indeks Rendering Warna: Gunakan spektrometer untuk mengukur suhu warna dan Indeks Rendering Warna (CRI) untuk memverifikasi kesesuaian dengan spesifikasi desain.
5. Kedipan: Gunakan ponsel atau kamera berkecepatan tinggi untuk merekam cahaya dan amati apakah terjadi kedipan yang terlihat.
6. Bayangan: Amati apakah ada area yang berbayang secara signifikan, terutama di zona tempat berkas cahaya dari beberapa lampu saling tumpang tindih.
7. Polusi Cahaya: Ukur iluminasi vertikal atau tingkat iluminasi di lokasi sensitif terdekat (seperti jendela rumah) dan bandingkan hasilnya dengan standar polusi cahaya setempat. Evaluasi harus dilakukan setelah lampu stabil (biasanya 30 menit setelah LED dinyalakan). Jika nilai terukur menyimpang dari nilai desain lebih dari ±20%, sudut lampu atau daya keluaran harus disesuaikan. Terakhir, laporan inspeksi pencahayaan harus dikeluarkan sebagai dasar untuk penerimaan.