Kedipan pada lampu LED stadion hampir selalu disebabkan oleh masalah kelistrikan atau kontrol, bukan oleh chip LED itu sendiri (chip LED adalah perangkat DC; selama arus stabil, chip tidak akan berkedip). Penyebab dan solusi umum meliputi:
Pertama, driver LED berkualitas rendah atau rusak. Driver berkualitas rendah dapat menunjukkan riak keluaran yang tinggi, atau penuaan kapasitor internal dapat menyebabkan tegangan keluaran yang tidak stabil. Solusi: Ganti dengan driver merek ternama berkualitas tinggi (misalnya, Mean Well, Inventronics, Philips).
Kedua, fluktuasi tegangan. Stadion seringkali memiliki beban induktif seperti pendingin udara besar, pompa air, dan motor; proses menghidupkan dan mematikannya dapat menyebabkan penurunan atau lonjakan tegangan sesaat pada jaringan listrik, sehingga mencegah penggerak mempertahankan keluaran arus yang konstan. Solusinya meliputi pemasangan penstabil tegangan atau filter aktif di kotak distribusi, atau menyediakan sirkuit catu daya khusus untuk sistem penerangan.
Ketiga, interferensi sinyal peredupan. Saat menggunakan peredupan 0-10V, jika jalur peredupan terlalu panjang atau sejajar dengan jalur listrik tegangan tinggi, jalur tersebut dapat menangkap gangguan, menyebabkan fluktuasi kecerahan. Kabel twisted-pair berpelindung harus digunakan untuk sinyal peredupan dan dialihkan menjauh dari jalur listrik (dengan jarak minimal 30cm).
Keempat, frekuensi peredupan PWM yang terlalu rendah. Beberapa driver LED menggunakan peredupan PWM; jika frekuensinya di bawah 1000Hz, mata manusia mungkin tidak menyadarinya, tetapi kamera berkecepatan tinggi akan menangkap pita bergulir yang terlihat (kedipan). Driver dengan frekuensi PWM ≥3000Hz harus dipilih, atau metode peredupan CCR (Constant Current Reduction) harus digunakan.
Kelima, masalah sinyal DMX512. Kegagalan memasang resistor terminasi 120Ω, atau menggunakan kabel yang terlalu panjang atau memiliki terlalu banyak percabangan, dapat menyebabkan pantulan sinyal dan kedipan acak. Pengkabelan yang benar dan pemasangan resistor terminasi sangat diperlukan.
Keenam, kontak yang buruk. Terminal kabel internal yang longgar atau konektor yang teroksidasi dapat menyebabkan sirkuit terbuka yang terputus-putus. Kencangkan kembali atau ganti terminal. Untuk mengatasi kedipan, disarankan untuk menggunakan osiloskop untuk mengamati bentuk gelombang keluaran driver dan secara sistematis mengisolasi perlengkapan yang bermasalah.