Untuk mendiagnosis kerusakan di tempat dengan cepat dan menghemat waktu, Anda dapat menggunakan "metode eliminasi langkah demi langkah":
Tahap 1: Catu Daya. Dengan menggunakan multimeter dan penguji tegangan, pertama-tama periksa tegangan input pada kotak kontrol. Jika tidak ada tegangan, lanjutkan langsung ke kotak distribusi hulu; jika ada tegangan, lanjutkan ke tahap berikutnya.
Tahap 2: Unit Kontrol. Lewati timer atau sakelar fotolistrik (dengan menghubungkan singkat terminal "L" dan terminal beban dengan kawat). Jika lampu menyala, masalahnya terletak pada pengaturan sakelar; jika tidak, periksa kontaktor. Tekan angker kontaktor secara manual; jika lampu menyala, kesalahan ada pada rangkaian kontrol (misalnya, tombol tekan atau kumparan); jika tetap mati, lanjutkan ke tahap berikutnya.
Tahap 3: Rangkaian Listrik. Atur multimeter Anda ke mode resistansi (Ohm) dan periksa kontinuitas kabel rangkaian (pastikan daya terputus sebelum pengujian). Jika resistansi suatu rangkaian tak terhingga, kabel putus atau sambungan longgar; jika resistansi normal, lanjutkan ke tahap berikutnya.
Tahap 4: Perlengkapan Lampu. Lepaskan perlengkapan lampu yang diduga rusak dan uji menggunakan driver cadangan atau dengan menghubungkannya langsung ke sumber daya eksternal. Jika lampu menyala, driver atau kabel aslinya yang bermasalah; jika masih tidak menyala, chip LED-nya rusak.
Tahap 5: Kotak Sambungan Internal. Buka penutup kotak sambungan pada rangkaian lampu untuk memeriksa tanda-tanda hangus atau masuknya air, dan gunakan obeng untuk mengencangkan semua terminal. Mengikuti lima langkah ini biasanya memungkinkan Anda untuk menentukan lokasi umum kerusakan dalam waktu 30 menit. Untuk lampu tiang tinggi tipe lift, sebaiknya turunkan rangkaian lampu ke tanah sebelum memeriksa perlengkapan dan kabel untuk memastikan keamanan dan efisiensi.