Kedipan pada lampu tiang tinggi dapat disebabkan oleh beberapa hal, yang masing-masing membutuhkan solusi spesifik:
1. Fluktuasi tegangan catu daya: Jika semua lampu pada tiang berkedip secara bersamaan pada frekuensi yang terkait dengan frekuensi jaringan (50Hz), tegangan catu daya dapat menjadi tidak stabil (misalnya, karena pengaktifan atau pematian motor berdaya tinggi di dekatnya). Solusi: Pasang penstabil tegangan atau filter daya aktif di kotak kontrol, atau pasang jalur daya khusus untuk lampu tiang tinggi.
2. Kontak yang buruk: Jika hanya lampu tertentu yang berkedip, penyebabnya bisa jadi terminal kabel yang longgar, soket yang teroksidasi, atau serat kabel internal yang putus. Kencangkan kembali terminal dan bersihkan oksidasi yang ada.
3. Kerusakan driver LED: Kapasitor internal yang menua atau chip kontrol yang tidak berfungsi dengan baik pada driver LED dapat menyebabkan arus keluaran tidak stabil. Driver perlu diganti.
4. Interferensi sinyal peredupan: Jika sistem menggunakan peredupan 0-10V, menjalankan jalur peredupan sejajar dengan saluran listrik tegangan tinggi dapat menimbulkan sinyal interferensi. Gunakan kabel twisted-pair berpelindung untuk sinyal peredupan dan arahkan secara terpisah dari saluran listrik. 5. Kebocoran Perangkat Pelindung Lonjakan Arus (SPD): Beberapa SPD dapat menyebabkan arus bocor yang terputus-putus setelah mengalami degradasi, yang menyebabkan fluktuasi tegangan. Lepaskan SPD untuk menguji; jika kedipan berhenti, ganti SPD.
6. Kerusakan termal pada LED: Penyolderan yang buruk pada masing-masing LED dapat menyebabkan kontak terputus-putus selama perubahan suhu, sehingga mengakibatkan kedipan yang tidak teratur. LED tertentu atau seluruh modul perlu diganti. Saat terjadi kedipan, disarankan untuk menggunakan kamera berkecepatan tinggi atau fungsi video gerak lambat pada ponsel pintar untuk mengamati frekuensi dan pola kedipan, yang membantu dalam mendiagnosis penyebabnya.