Jika motor pengangkat lampu tiang tinggi tiba-tiba berhenti saat beroperasi, penyebab yang mungkin terjadi dan prosedur penanganan darurat adalah sebagai berikut:
1. Relai beban berlebih termal aktif: Beban berlebih pada motor yang berkepanjangan atau pembuangan panas yang buruk menyebabkan relai termal aktif. Tunggu hingga motor mendingin (sekitar 15–30 menit), lalu tekan tombol reset relai termal. Secara bersamaan, periksa apakah ada hambatan mekanis yang mungkin menyebabkan beban berlebih.
2. Hilangnya fasa atau tegangan rendah: Gunakan multimeter untuk mengukur tegangan tiga fasa pada terminal input motor (untuk motor tiga fasa 380V). Jika ada fasa yang hilang, periksa pemutus sirkuit, kontaktor, dan sambungan kabel di bagian hulu. Jika tegangan terlalu rendah (di bawah 90% dari tegangan nominal), periksa apakah saluran catu daya terlalu kecil atau terlalu panjang.
3. Kerusakan kumparan motor: Jika tercium bau terbakar atau resistansi isolasi kumparan ke tanah terukur nol, berarti motor telah rusak. Motor harus diganti dengan motor model yang sama.
4. Kerusakan sakelar batas: Rangkaian lampu mungkin telah memicu sakelar batas atas atau bawah, menyebabkan sirkuit kontrol terputus. Periksa apakah posisi sakelar batas sudah benar dan setel ulang sakelar secara manual (jika berlaku).
5. Kerusakan tombol kontrol atau kontaktor: Kontak tombol mungkin teroksidasi, atau kumparan kontaktor mungkin rusak. Uji dengan menghubungkan sementara terminal tombol dengan kawat; jika motor menyala, ganti tombol tersebut.
6. Tombol berhenti darurat ditekan: Periksa apakah tombol berhenti darurat terpasang dan putar untuk mengatur ulang. Setelah motor berhenti, pastikan susunan lampu berada pada posisi yang aman (jika tergantung di udara, gunakan engkol manual untuk menurunkan atau menaikkannya ke tempatnya untuk menghindari penggantungan yang terlalu lama). Kemudian, atasi penyebab yang tercantum di atas satu per satu. Personil yang tidak terbiasa dengan perbaikan listrik tidak boleh mencoba membongkar motor sendiri; sebagai gantinya, hubungi teknisi listrik profesional atau layanan purna jual pabrikan.