Pemilihan ketinggian lampu tiang tinggi memerlukan penilaian komprehensif terhadap cakupan pencahayaan, persyaratan iluminasi, kendala lokasi, efektivitas biaya, serta kondisi pemasangan dan pemeliharaan.
Berikut ini adalah pedoman umum berdasarkan skenario umum:
15–18 meter: Cocok untuk plaza kecil, stasiun tol, SPBU, dan tempat parkir; radius jangkauan sekitar 30–40 meter.
20–25 meter: Cocok untuk persimpangan jalan raya berukuran sedang, halaman barang kereta api, dan kawasan industri; radius cakupan sekitar 50–70 meter.
25–30 meter: Cocok untuk persimpangan besar, lapangan olahraga tambahan, dan area penyimpanan pelabuhan umum; radius cakupan sekitar 70–100 meter.
30–40 meter: Cocok untuk terminal kontainer besar, apron bandara, dan stadion olahraga utama; radius jangkauannya adalah 100–150 meter.
Di atas 40 meter: Cocok untuk lokasi yang sangat luas atau aplikasi khusus yang membutuhkan pencahayaan sangat tinggi (misalnya, sirkuit F1 atau tambang terbuka); namun, karena biaya konstruksi yang tinggi dan kesulitan perawatan, ini umumnya bukan pilihan yang disukai.
Prinsip utama dalam menentukan ketinggian adalah memilih ketinggian terendah yang masih memenuhi standar iluminasi dan keseragaman. Hal ini karena setiap peningkatan ketinggian 10 meter akan meningkatkan biaya tiang sekitar 30%–50%, memerlukan fondasi yang lebih besar, dan meningkatkan kesulitan perawatan di ketinggian. Sebaliknya, ketinggian yang terlalu rendah membutuhkan lebih banyak tiang (karena radius cakupan yang lebih kecil) dan meningkatkan risiko silau. Ketinggian optimal harus ditentukan dengan membandingkan beberapa opsi menggunakan perangkat lunak desain pencahayaan. Selain itu, faktor-faktor seperti pembatasan ketinggian penerbangan (di dekat bandara), ketinggian bangunan di sekitarnya, dan keselarasan visual dengan lanskap harus dipertimbangkan.